2.20.2009

Cara merawat batrai airsoft

Cara merawat batrai airsoft

Dalam merawat batrai airsoft ada cara tersendiri dalam merawatnya tergantung dari jenis / tipe batrai itersebut. Jenis batrai yang pada umumnya digunakan adalah Nicd (Nickel cadium), NiMH (Nickel Metal-Hydride), dan Li-Po (Lithium Polymer).

Batere Nicd biasanya merupakan bawaan paket pembelian. Teknologi batere Nicd sudah ada sejak jaman jebot, jadi udah cukup kuno dan banyak kelemahan. Salah satu kelemahan yang menonjol adalah adanya memory effect. What? Kurang lebihnya begini nih, misalnya kapasitas batere 1000mAh, baru digunakan 900 mAh lalu kita charge. Maka kapasitas yang baru tinggal 900 mAh. Dengan kata lain, baterai hanya mengisi ke tingkat dimana baterai terakhir di-discharge, akibat proses akumulasi gas yang terperangkap dalam plat sel baterai. Jika baterai hanya digunakan hingga 30 persen dan di recharge, maka baterai hanya akan mengisi energi yang terpakai tadi (30 persen) yang dilanjutkan dengan penyusutan volume “gas” yang terperangkap. Jadi, untuk mengurangi dampak memory effect, batere Nicd harus benar benar kosong kalau hendak dicharge kembali.

NiMH merupakan pengembangan dari NiCd, dibanding NiCd dengan volume sama, kapasitasnya jauh lebih besar. Namun, seperti halnya NiCd, NiMH juga rawan terhadap memory effect meski tidak sebesar NiCd. Beberapa produsen baterai bahkan menyatakan NiMH produknya bebas memory effect. Memory effect terjadi jika baterai yang belum habis dipakai sudah di-charge ulang. Bila dilakukan berkali-kali baterai dapat kehilangan kapasitasnya dan hanya mampu menampung sedikit daya saja. Memory effect dapat dicegah atau diminimalisir dengan mengosongkan baterai sampai habis sebelum mengisi ulang.

Pada penggunaan batere baru, disarankan untuk melakukan proses charging (isi) dan discharging (membuang) setrum 2 sampai 5 kali hingga battery mencapai kapasitas maksimalnya. Cara melakukan discharging adalah dengan menggunakan baterai tersebut sampai kosong. Setiap 10-15 kali siklus isi ulang baterai NiMH, kosongkanlah baterai hingga habis sama sekali sebelum mengisi ulang. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan “bibit-bibit” memory effect yang mungkin timbul.

Li-Po merupakan teknologi terbaru dalam baterai kering isi ulang, lebih ringan dan lebih besar kapasitasnya dari NiMH. Ia juga tidak akan mengalami memory effect hingga Anda bebas mengisi baterai jenis ini kapan saja dan di mana saja. Namun, harganya lebih mahal dibandingkan jenis-jenis batere sebelumnya. Catatan penting untuk batere Lithium Polymer (Li-Po): Jangan sampai batere kosong total selama penggunaan. Membiarkan batere Li-Po overdischarge di bawah 3 volt akan merusakkan selnya. Jadi, kalau tembakan dirasakan sudah lemah, hentikan penggunaan dan segera di-charge. Kebalikan dengan batere Nicd dan NiMh, bukan?Self Discharge
Satu hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan baterai charge NiCad dan NiMH adalah ’self discharge’, yaitu berkurangnya kapasitas yang terdapat pada battery walaupun tidak digunakan. Jumlah/persentasi self discharge pada masing-masing baterai berbeda-beda, tapi bisa diperkirakan sekitar beberapa persen (1 sampai 3%) perhari dari kapasitas maksimumnya dan pada suhu 70 derajat Fahrenheit.

Penempatan baterai NiMH pada temperatur yang lebih rendah akan sedikit membantu mengurangi efek self discharge. Ada yang menyebutkan apabila baterai NiMH dibekukan (dingin) dalam 1 bulan sisa kapasitas baterai masih ada 90% sejak terakhir di recharge. Tapi sebelum digunakan, baterai NiMH yang dibekukan tersebut harus dikembalikan dulu pada suhu ruangan yang normal. Jadi setelah kita men-charge baterai NiMH, sebaiknya disimpan pada suhu yang dingin untuk mengurangi efek self dischargenya. Baterai Lithium efek self dischargenya sangat kecil dibandingkan dengan baterai NiMH, sehingga jika kita charge penuh dan disimpan pada suhu ruang normal pada waktu yang lama, kapasitasnya juga tidak akan banyak berkurang.

Lamanya Charging

Perhitungn dasar charging time dapat dihitung dengan rumus yang ideal yaitu sebagai berikut :
mAhB = Kapasitas Maksimum Batrai
mAhC = Besarnya Amper perjam yang diberikan charger
th = Total Waktu dalam Jam
th = mAhB / mAhC

Jadi apabila kapasitas batrai kita 1800 mAh dan Amper Chargernya 100 mAh, berarti :
1800 / 100 = 18 jam

Jadi waktu yang kita perlukan untuk charging batrai tersebut pada kondisi ideal adalah 18 jam

Tidak ada komentar: